Jumat, 25 Januari 2019

Temuan Baru Menungungkapkan Nama Update Windows 10 Mendatang, Apakah itu?

Temuan Baru Menungungkapkan Nama Update Windows 10 Mendatang, Apakah itu?

Sekitar 2 bulan lagi Windows 10 1903 atau biasa dikenal dengan Windows 10 “19H1” akan segera dirilis ke Public, dengan dengan itu menurut temuan baru, Microsoft berencana untuk menggunakan kembali skema penamaan lama untuk pembaruan Windows 10 berikutnya. Namun tentu saja Microsoft belum secara resmi menamai pembaruan Windows 10 berikutnya ini, sama seperti perkiraan Windows 10 1803  yang dikira akan bernama Spring Creators Update, nama dari pembaruan ini mungkin akan berubah ketika dirilis ke public nanti. Namun nama ‘Pembaruan Windows 10 April 2019’ telah terlihat dalam pembuatan Windows 10 19H1 terbaru.
Temuan Baru Menungungkapkan Nama Update Windows 10 Mendatang, Apakah itu?
Sumber : WindowsLatest
Dua update Windows 10 terakhir masing-masing diberi nama April Update 2018 dan Oktober Update 2018. Ada desas-desus yang menyatakan bahwa Microsoft telah mempertimbangkan untuk mengubah skema penamaan pembaruan Windows 10, tetapi tampaknya Microsoft tidak akan mengadopsi skema penamaan baru dengan pembaruan berikutnya, mungkin saja?…
Di build Windows 10 19H1 preview terbaru, jika kamu menjalankan perintah PowerShell Get-VMHostSupportedVersion, hasil keluaran akan mencantumkan nama semua versi Windows 10 yang didukung, dan termasuk menampilkan nama 10 Update Windows 10 April 2019.
Temuan Baru Menungungkapkan Nama Update Windows 10 Mendatang, Apakah itu?
Perlu kembali diingat bahwa kemungkinan nama yang ditemukan ini mungkin akan berubah seiring kemauan Microsoft nantinya.
Berikan pendapatmu tentang informasi ini dikolom komentar dibawah, dan menurutmu nama ini akan berubah nanti atau masih akan tetap sama?…

  Fitur Baru WhatsApp, Twitter, dan Messenger  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.

Aplikasi Mail Windows 10 Mendapatkan Tampilan Mode Gelap Yang Ditingkatkan

Aplikasi Mail Windows 10 Mendapatkan Tampilan Mode Gelap Yang Ditingkatkan

Setelah sekian lama tidak mendapatkan peningkatan, kali ini aplikasi Mail di Windows 10 akhirnya mendapatkan peningkatan yang lumayan menyegarkan. Aplikasi Mail ini dikabarkan akan mendapatkan tampilan Mode Gelap yang ditingkatkan, cukup menarik bukan?…
Aplikasi Mail Windows 10 Mendapatkan Tampilan Mode Gelap Yang Ditingkatkan
Sumber : neowin
Perubahan yang didapat adalah, ketika user menggunakan Mode Gelap pada Windows 10, secara otomatis aplikasi mail akan menampilkan latar belakang yang gelap juga, padahal sebelumnya tetap akan menampilkan tampilan latar belakang berwarna putih, selain itu pada aplikasi mail akan adanya tombol yang mengubah mode gelap ke mode terang dengan mudah.
Aplikasi Mail Windows 10 Mendapatkan Tampilan Mode Gelap Yang Ditingkatkan
Aplikasi Mail saat ini
Selain mode gelap, tampilan Mail sedikit dirubah, dimana disebelah kiri ketika kita akan menampilkan akun yang terintegrasi, biasanya kita harus memperluas “hamburger menu” yang ada di aplikasi ini, dan sekarang semua itu berubah, kita bisa dengan cepat beralih antar akun.
Aplikasi Mail Windows 10 Mendapatkan Tampilan Mode Gelap Yang Ditingkatkan
Sumber : neowin
Kabar baik bagi kamu pengguna Insider, Aplikasi ini telah diluncurkan bagi sebagian pengguna Insider.
Perubahan ini bukan hanya pada aplikasi mail saja, namun dikarenakan aplikasi mail sebundle dengan calendar, maka aplikasi calendarpun mendapatkan fitur baru ini.
Kamu pengguna Insider? apakah kamu sudah mendapatkan fitur ini pada Mail Windows 10 kamu? coba bagikan pendapat dan komentarmu dibawah.
Via : neowin

  Fitur Baru WhatsApp, Twitter, dan Messenger  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.

RIP — 17+ Produk Teknologi yang Tamat Riwayat di 2018 (Video)

RIP — 17+ Produk Teknologi yang Tamat Riwayat di 2018 (Video)

Nggak ada yang abadi di dunia ini, semua datang dan pergi. Apa yang populer dulu bisa habis hari ini, dan itu juga yang terjadi di dunia teknologi. Di video ini saya mau bahas 17 lebih produk teknologi yang resmi dinyatakan Tamat di 2018, dimana sebagian besar diantaranya mungkin pernah kamu pake sebelumnya.
NB: Subscribe channel Kepoin Tekno untuk tips dan info tekno menarik setiap hari.

1. Yahoo Messenger

Dulu ini adalah aplikasi messenger paling populer pada masanya. Sebelum ada BBM, WhatsApp, Line, dll — mayoritas orang chatting pake Yahoo Messenger ini, termasuk saya sendiri. Tapi karena kehadiran aplikasi messenger modern, Yahoo Messenger resmi ditutup Yahoo tepat pada 17 Juli 2018.

2. Path

Path sempat booming banget di Indonesia — yang sayangnya nggak mampu bertahan di era modern karena kalah populer dengan IG, Facebook, dll. Karena makin sepi pengguna, Path ditutup tepat pada 18 Oktober 2018 lalu.

3. Bolt Super 4G

Bolt adalah salah satu pioner dari internet 4G di Indonesia, Bolt akhirnya resmi ditutup pada 28 Desember 2018 kemarin. Penyebabnya adalah karena Bolt menunggak biaya hak penggunaan frekuensi yang totalnya mencapai 343 miliar rupiah lebih! Sebelumnya sempat ada drama tarik ulur penutupan ini, karena Bolt mengajukan proposal damai dengan cicilan tunggakan, tetapi pada akhirnya ijin penggunaan frekuensi 2,4 GHz milik Bolt dicabut Kominfo, yang akhirnya membuat Bolt menutup layanan internetnya.

4. Canon Film Camera

Sebelum kamera digital populer seperti sekarang, yang populer adalah kamera film. Dan bulan Mei 2018 kemarin Canon memutuskan untuk berhenti menjual Canon EOS-1V, versi kamera film terakhir mereka. Jadi setelah 80 tahun ngeksis, sempat mengalami masa kejayaan juga, akhirnya perjalanan kamera film Canon, berakhir di tahun 2018.

5. Opera VPN

Aplikasi VPN ini populer banget karena nyediain VPN gratis dengan kecepatan lumayan kencang, sekaligus langsung include dengan ad-blocker bawaan. Tetapi pada bulan April 2018 kemaren Opera resmi menutup Opera VPN untuk Android dan iOS, dan mengalihkan pengguna premium ke SurfEasy VPN.

6. Swype Keyboard

Swype Keyboard adalah aplikasi yang mempopulerkan swipe typing di Android. Tetapi tidak butuh lama bagi aplikasi keyboard lain untuk menerapkan swipe typing juga, bahkan keyboard bawaan Android sekarang juga punya fitur swipe typing. Akhirnya di bulan Februari 2018 aplikasi Swype Keyboard resmi dimatikan dan kini sudah tidak ada lagi.

7. Google Tango

Google Tango atau Project Tango adalah project ambisius Google untuk membawa AR ke smartphone. Salah satu smartphone dengan Project Tango adalah Lenovo Phab 2 Pro. Tetapi karena butuh sensor khusus, maka perkembangannya cukup stagnan. Google akhirnya menutup Project Tango bulan Maret 2018 kemarin, dan digantikan dengan ARCore yang tidak memerlukan sensor khusus.

8. Google URL Shortener

Mulai beroperasi dari 2009, Google URL Shortener atau goo.gl ini jadi salah satu URL shortener paling populer di Internet. Tapi di 30 Maret 2018 kemaren Google resmi menghentikan support mereka untuk Goo.gl, disusul pengguna baru nggak bisa bikin shortlink, dan sekarang bisa dibilang statusnya sekarat sampai dimatikan pada 30 Maret 2019 besok. Google mematikan Goo.gl untuk diganti dengan Firebase Dynamic Links, tapi gak perlu khawatir, karena link yang sudah dibuat bakal bisa ke-redirect meskipun layanan Goo.gl sudah dimatikan.

9. Google Allo

5 Desember 2018 kemarin Google resmi mengumumkan kalo Google Allo bakal dimatikan, agar mereka bisa fokus ke aplikasi Android Messages. Jadi berbagai fitur unggulan Google Allo ini mulai diusung ke aplikasi Messages. Sama seperti Goo.gl, Google Allo juga masih bisa dipake sampe Maret 2019, tapi statusnya udah sekarat, alias g ada update, g disupport lagi, dan gak bermasa depan.

10. Google+

Pada 8 Oktober 2018 kemarin Google resmi mengumumkan bakal mematikan versi konsumer Google+, ini buntut panjang dari bug security Google+ yang disembunyikan Google, dan juga karena sosmed ini gak laku ya. Google menyatakan kalo pengguna Google+ 90% cuman mengakses sosmed ini kurang dari 5 detik. Jadi Google+ konsumer bakal langsung dimatikan total pada April 2019. Padahal dulu Google+ ini dibuat utk bersaing dengan Facebook. Rest in Peace Google +

11. Google Inbox

Aplikasi ini bagus banget sebenarnya buat pengguna Gmail, tapi semua fitur dan keunggulannya seperti Smart Reply, Smart Compose, dan yang lainnya sudah diusung ke Gmail langsung — jadi pada 12 September 2018 kemarin, Google resmi mengumumkan bakal mematikan Inbox, yang saat ini statusnya juga sudah sekarat, sampai akhirnya dimatikan total pada Maret 2019 nanti.

12. Tor Messenger

Tahun 2015 Tor merilis Tor Messenger untuk bisa chatting dengan aman dengan mengenkripsi semua traffic. Tetapi karena Tor Messenger ini berbasis Instantbird, dan Instantbird ini udah gak dilanjutkan lagi developmentnya, maka Tor Messenger juga resmi dimatikan pada 2 April 2018. Selain itu Tor juga mengakui kalo resource mereka terlalu minim untuk bisa melanjutkan pengembangan Tor Messenger.

13. Vine V2

Kamu pasti masih inget dengan Vine, dulu sempet populer tapi akhirnya dimatikan pada 2016 karena kesulitan untuk menguangkan. Nah co-founder Vine Dom Hofmann akhirnya menyatakan bakal membuat Vine V2 sebagai project pribadi. Banyak fans Vine udah excited untuk kemunculan Vine V2 ini, tetapi sayangnya pada 18 Mei 2018 kemarin Dom Hofmann menyatakan tidak lagi melanjutkan Vine V2 sampai waktu yang tidak ditentukan. Pertama karena masalah keuangan, yang kedua karena berbagai masalah legalitas yang dia hadapi.

14. Musical.ly

Setelah diakuisisi oleh Bytedance, Musical.ly ini akhirnya resmi dimatikan pada 2 Agustus 2018. Semua user, konten, dan fiturnya dimigrasi ke TikTok, yang akhirnya juga sangat populer termasuk di Indonesia.

15. Cydia App Store

Buat kamu yang sering jailbreak iPhone, pasti nggak asing dengan Cydia App Store. Jailbreak sempat jadi hal yang sangat populer di kalangan pengguna iPhone, tapi dibandingkan dulu, popularitasnya terus menurun. Dan founder Cydia Jay Freeman memutuskan untuk mematikan Cydia App Store karena tidak ada passion lagi untuk melanjutkannya, dan terlebih layanan ini banyak menguras uang pribadinya.

16. Apple Airport

20 tahun lalu Apple memperkenalkan router Apple Airport untuk memudahkan pengguna konek ke home network. Tetapi sekarang konek ke home network semakin mudah, ada banyak pilihan router di pasaran, bahkan banyak ISP juga langsung menyertakan router seiring dengan langganan paket internet. Karena itu pada 26 April 2018 kemarin Apple menyatakan berhenti memproduksi Apple Airport, dan produk ini tidak dilanjutkan lagi begitu stock yang ada sudah habis. Jadi statusnya cuman tinggal ngabisin stock yang tersisa aja.

17. iPhone dengan Tombol Home / Touch ID

Saat iPhone X dirilis tahun 2017 dulu, Apple masih merilis iPhone dengan tombol home / touch ID, yaitu iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Tapi di perilisan iPhone 2018 kemaren, tidak ada satupun versi baru iPhone yang punya tombol home / touch ID. iPhone Xs, Xs Max, dan Xr semuanya pake layar penuh tanpa tombol, dan cuman ngandelin Face ID aja tanpa fingerprint.

18. StumbleUpon

Di tahun 2000an, StumbleUpon ini populer banget dipake untuk nemuin konten menarik di internet. Tetapi semenjak munculnya Facebook, Twitter, dan sosial media lainnya, StumbleUpon makin ditinggalkan hingga pada 23 Mei 2018 kemarin sang Co-Founder mengumumkan bahwa StumbleUpon resmi dimatikan dan seluruh akun member dimigrasi ke Mix.com.

19. Groove Music iOS dan Android

Meskipun layanan Groove Music Pass sudah dimatikan Microsoft sejak Desember 2017, tetapi aplikasi Groove Music untuk Android dan iOS masih ada untuk memainkan musik yang tersimpan offline ataupun di cloud. Tetapi 1 Desember 2018 kemarin, Microsoft memutuskan untuk mematikan juga aplikasi Groove Music di iOS dan Android.

20. Newton Mail

Newton Mail atau yang dulu dikenal sebagai CloudMagic juga akhirnya mati karena kesulitan keuangan. Newton Mail ini bisa dibilang sebagai aplikasi email paling canggih dan kaya fitur, karena ada read receipt, bisa scheduling email, dan berbagai fitur keren lainnya. Tetapi karena aplikasi email banyak dikuasai perusahaan besar seperti Google, Apple, dan Microsoft — ditambah harga Newton yang cukup mahal mencapai $50 per tahunnya, akhirnya Newton sulit bertahan dan ditutup pada 25 Desember 2018 kemarin.
Itulah dia 20 produk teknologi yang mati di tahun 2018, sampaikan di kolom komentar mana yang paling bikin kamu kehilangan. Saya febian dari Kepoin Tekno pamit dulu, sampai ketemu lagi di video tekno menarik lainnya, besok!

Technow #2: Windows 7 Tamat Tahun Depan, Flagship Murah REDMI, dsb

Technow #2: Windows 7 Tamat Tahun Depan, Flagship Murah REDMI, dsb

Di seri Technow yang kedua ini kita bakal membahas masa support Windows 7 yang segera tamat, kemudian ada juga flagship murah yang sedang disiapkan oleh Redmi, lalu iPod Touch yang dikabarkan reborn di 2019, serta harga Samsung Galaxy S10 X yang ternyata semakin gak masuk akal.
NB: Subscribe channel Kepoin Tekno untuk tips dan info tekno menarik setiap hari.
Dengan segera habisnya masa support extended Windows 7 tahun depan, tepatnya pada 14 Januari 2020 — artinya tahun depan Microsoft tidak lagi merilis update security ke Windows 7. Dengan kata lain kalo kamu pengen PC yang tetep aman dan up to date, tahun ini adalah tahun terakhir bisa pake Windows 7, karena mulai tahun depan cuman Windows 8.1 dan Windows 10 aja yang rutin dapet update security.
Sampaikan pendapat kamu di kolom komentar, dan jangan lewatkan seri Technow selanjutnya esok hari.

Jumat, 16 November 2018

cara membuat kompor listrik sederhana

cara membuat kompor listrik sederhana 

KOMPOR LISTRIK SEDERHANA aldoramadyan 16/11/2018

 
Alat dan Bahan :

  1. Tungku dari tanah liat
  2. Batu bata
  3. Kabel
  4. Kawat/kumparan
  5. Cat
  6. Cutter/gunting
  7. Saklar
  8. Plug in 

Langkah kerja

1.   Membentuk tanah liat menjadi sebuah wadah atau bisa dengan membeli jadi.
2.   Kalo udah dalam bentuk tungku , silahkan bisa dicat sesuka hati


  
3.   Memotong batu bata berbentuk persegi dengan ukuran sesuai wadah.
4.   Membuat alur alur diatas permukaan batu bata berbentuk bulat dengan alur alur seperti
      labirin.
5.   Kemudian masukkan kawat atau kumparan didalam lengkukan-lengkukan di atas
      permukaan batu bata tadi.



6.   Memasang kabel  beserta plug in untuk dihubungkan ke listrik 


7.   Memasang lampu pada bagian bawah tungku sebagai indikator kompor menyala atau
      bisa langsung digantikan dengan saklar yang sudah otomatis terpasang indikator warna
      merah


8.   Menghubungkan kompor listrik dengan listrik.


kumparan akan menyala



Ini yang udah jadi
     Nah udah jadi deh kompor listrik sederhananya. Kompor ini merupakan penerapan dari prinsip induksi listrik dan perubahan energi. Cara bekerja kompor listrik prinsipnya sangat sederhana yakni cukup menghubungkan kompor listrik ini ke listrik. Dengan begitu, kompor pun dapat memasak apapun maupun memanaskan air. Cara kerja seperti ini menerapkan hukum fisika yaitu perubahan energi listrik menjadi energi panas.

    Alat yang mengubah nergi listrik menjadi energi panas di lengkapi dengan elemen pemanas. Listrik yang mengalir melalaui elemen pemanas di ubah menjadi energi panas. Elemen pemanas terbuat dari bahan yang mempuyai tahanan tinggi, sehingga listrik yang mengalir melalui bahan tersebut berubah menjadi panas. Peralatan ini memanfaatkan kawat yang memiliki hambat jenis besar, misalnya kawat nikelin atau nikrom.

      Satu lagi hukum fisika yang diterapkan yakni induksi listrik. induksi listrik adalah fenomena terjadi tegangan listrik ataui arus listri pada suatu konduktor yang disebabkan oleh pengaruh medan magnet yang timbul akibat adanya arus listrik yang mengalir pada konduktor lain.